Pekan ini merupakan pekan yang sangat penting bagi perjalanan lima tahun ke depan bangsa ini. Ini karena presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono mulai Jumat mendatang (16/10) berencana memanggil para calon menteri ke kediaman pribadi SBY dan mengadakan audisi kepada mereka.
Berdasar pengalaman lima tahun lalu, panggilan ke kediaman pribadi SBY di Cikeas, Bogor, bukan menjamin seseorang diangkat menjadi menteri. Ini artinya, momen tersebut tak ubahnya sebuah uji kelayakan bagi seseorang yang dianggap pantas duduk di dalam kabinet. Hanya mereka yang dianggap pas oleh SBY-lah yang akhirnya benar-benar diangkat menjadi menteri.

Melihat kecenderungan yang ada saat ini, yakni SBY sangat getol merangkul semua partai besar, maka calon yang mengikuti uji kelayakan tentu tidak jauh dari nama-nama yang selama ini sudah beredar. Karena itu, sulit rasanya bila kita berharap ada kejutan yang spektakuler dari sana.

Kendati tidak spektakuler, kita berharap tetap ada sedikit kejutan yang bisa ”dinikmati” bangsa ini. Yakni, munculnya orang-orang profesional yang dedikasi dan track record-nya terjamin. Karena dari merekalah, harapan itu bisa kita gantungkan.

Persoalan yang menghadang bangsa ini sedemikian besar. Bangsa ini butuh orang-orang yang andal, inovatif, mau bekerja keras, serta rela berkorban untuk kepentingan bersama. Orang yang malas, tidak cakap, dan tidak rela berkorban hanya akan menjadi beban yang kian memperberat perjalanan bangsa.

Ini bukan berarti kita menganggap remeh kader partai yang nanti ditunjuk menjadi menteri. Bisa saja, di antara mereka, ada yang bekerja secara profesional dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan bangsa ini. Hanya, pengalaman yang ada selama ini memang belum begitu menggembirakan. Karena itu, ini sebuah tantangan bagi mereka. Bisakah mereka mengubah fenomena tersebut?

Kini semua bergantung SBY. Apakah kabinet yang dibentuk nanti benar-benar kabinet yang tanpa rasa kejutan, atau masih menyisakan kejutan?

Bagi SBY pribadi, pemerintahan lima tahun ke depan adalah periode terakhir dia memimpin bangsa ini. Karena itu, kita sangat berharap SBY yang dikenal sangat memperhatikan pencitraan diri, mau memberikan kenangan-kenangan indah kepada rakyat di negeri ini. Yakni, memilih dan menunjuk orang-orang hebat -baik dari kader partai maupun kalangan profesional- untuk berganung dalam kabinet yang akan dibentuknya.

Tentu, bila kenangan indah itu benar-benar diberikan, rakyat akan mencatatnya sebagai sejarah indah bagi bangsa ini. Sebaliknya bila tidak, rakyat pun akan mencacat sebaliknya.

Kini tinggal SBY mau memilih yang mana. Yang pasti, kendati SBY tidak mungkin lagi mencalonkan diri sebagai presiden, gerbang yang di belakangnya cukup panjang. Dari Partai Demokrat, hingga anaknya yang kini mulai merintis karir di dunia politik. Mereka akan memetik buah -baik manis atau pahit- dari apa yang terjadi saat ini. Kami yakin, SBY sangat menyadari hal itu. (*)

Sumber : Jawa Pos ( Gagasan) Selasa, 13 Oktober 2009