PERTH – Dialog antariman di Hotel Sheraton Perth, Australia, kemarin berakhir. Dari dialog selama dua hari itu, delegasi dari 15 negara mengeluarkan deklarasi yang berisi 16 poin. Salah satunya adalah upaya yang harus dilakukan para tokoh agama dalam menanggulangi gerakan radikalisme yang belakangan mengancam sejumlah negara. (lagi…)
Oktober 2009
31 Oktober 2009
Dialog Agama II (Kaum yang Terpinggirkan Secara Sosial dan Ekonomi Harus Diperhatikan)
Posted by junaidimuadzin under UncategorizedLeave a Comment
31 Oktober 2009
Dialog Agama I (Tokoh Yahudi Perlu Diajak Dialog Agama)
Posted by junaidimuadzin under UncategorizedLeave a Comment
PERTH – Indonesia mendesak tokoh-tokoh agama di dunia -Islam, Kristen, Protestan, Hindu, dan Buddha- agar mengajak tokoh agama Yahudi untuk duduk bersama guna mencari solusi terhadap aksi terorisme dan kekerasan yang sekarang ini masih marak. Para tokoh agama selama ini sudah sering bertemu. Namun, mereka tidak pernah melibatkan tokoh agama Yahudi, sehingga hasil yang diinginkan belum begitu menggembirakan. (lagi…)
31 Oktober 2009
Hari-hari ini, masa depan bangsa sedang ditentukan. Melalui sebuah acara rembuk nasional yang berlabel National Summit 2009, puluhan menteri, 400 bupati/wali kota, 34 gubernur, ratusan pengusaha profesional, dan akademisi berusaha merumuskan konsep terkait kinerja 100 hari dan rencana pembangunan jangka panjang. (lagi…)
31 Oktober 2009
Israel kembali berbuat onar di tanah suci Palestina. Tempat suci kedua umat Islam, Masjid Al-Quds atau Al-Aqsa, diduduki Israel secara semena-mena. Pemimpin Liga Arab Amr Mousa menuding Israel telah menyulut konflik yang lebih luas. Tak hanya dengan Palestina, namun juga dengan umat Islam di seluruh dunia. Sebab, Al-Quds bukan saja milik muslim di Palestina, melainkan milik muslim dunia. (lagi…)
31 Oktober 2009
Kabinet Indonesia Bersatu II mendapatkan kado istimewa berupa kenaikan rating outlook Republik Indonesia dari stabil menjadi positif sehari setelah dilantik. Seperti diketahui, pada 23 Oktober 2009 -kabinet dilantik 22 Oktober-, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) menaikkan peringkat Indonesia ke outlook positif dari sebelumnya stabil. Sempat timbul dugaan, kenaikan peringkat itu sekadar ”kado” untuk kabinet baru. (lagi…)
30 Oktober 2009
SEORANG kawan yang akan naik haji curhat. Salah satu “cobaan” yang dia hadapi menjelang ke Tanah Suci adalah terkait izin dari kantornya. Dia pegawai swasta. Bosnya tak mau tahu dan tak mau memberi izin. Dia diancam bakal dipecat kalau tetap meneruskan niatnya berhaji. Curhat ini cukup menyentak. Bukan tidak mungkin kasus semacam ini diam-diam diidap oleh banyak calon jamaah haji kita. (lagi…)
30 Oktober 2009
Mahalnya Denda di Jalan, Mahalnya Keselamatan
Posted by junaidimuadzin under UncategorizedLeave a Comment
KALAU Anda amati, sekarang ini polisi memang lagi gencar-gencarnya melakukan razia di jalan raya. Sasarannya, tentu, para pemakai jalan, terutama pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor. Operasi di jalan ini di samping sedang meningkat frekuensinya, ternyata juga lagi meningkat hasil “tangkapannya.” (lagi…)
30 Oktober 2009
Gaji Pejabat, Pelajaran dari Negeri Belanda
Posted by junaidimuadzin under UncategorizedLeave a Comment
PADA April hingga Mei 2007, bersama 14 dosen IAIN Walisongo Semarang lain, saya berkesempatan mengunjungi Belanda. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengikuti Training Mediasi dan Resolusi Konflik di dua universitas kenamaan Belanda, Utrecht University dan Wageningen University, atas biaya Departemen Luar Negeri Belanda. (lagi…)
30 Oktober 2009
MOHAMMAD Nuh, pria kelahiran Surabaya, 17 Juni 1959, putra pendiri Pondok Pesantren Gununganyar, Surabaya, yang dikenal sebagai seorang intelek sekaligus agamawan itu, akhirnya dipilih oleh Presiden SBY untuk mengemban tugas sebagai menteri pendidikan nasional. Dia pun sudah menancapkan program yang tidak populer tetapi rialistis, yaitu pendidikan yang terjangkau. (lagi…)
29 Oktober 2009
KIAI itu bukan cendekiawan yang -seperti ditamsilkan Arief Budiman-berumah di angin. Pergulatan ilmiah memang menempati satu ruang istimewa dalam perihidup kiai, tapi bukan yang paling banyak menyita energinya. Melanjutkan tradisi yang telah dimapankan sejak era Walisanga, sosok kiai hadir terutama sebagai misionaris. (lagi…)